Sat11012014

Last update06:02:14 AM GMT

[29-Oct-2013 01:19:52 Asia/Jakarta] PHP Fatal error: Class 'JComponentHelper' not found in /home/laburane/public_html/modules/mod_janewspro/helpers/adapter/flexi.php on line 2 [29-Oct-2013 01:20:22 Asia/Jakarta] PHP Fatal error: Class 'JComponentHelper' not found in /home/laburane/public_html/modules/mod_janewspro/helpers/adapter/flexi.php on line 2 [23-Nov-2013 01:19:41 Asia/Jakarta] PHP Fatal error: Class 'JComponentHelper' not found in /home/laburane/public_html/modules/mod_janewspro/helpers/adapter/flexi.php on line 2 [27-Aug-2014 00:44:29 Asia/Jakarta] PHP Fatal error: Class 'JComponentHelper' not found in /home/laburane/public_html/modules/mod_janewspro/helpers/adapter/flexi.php on line 2

Wisata

Setting

Objek Wisata “Terjun Pelangi” Menjanjikan Tapi Tidak Diperhatikan

Wednesday, 27 February 2013
Objek Wisata “Terjun Pelangi” Menjanjikan Tapi Tidak Diperhatikan

labura - Objek Wisata ini hanya berjarak 15km dari kota Aek Kanopan
Tepatnya di Desa Kuala Beringin Kec. Kualuh Hulu, lokasinya yang tidak terlalu jauh menjadikan objek wisata ini jadi primadona bagi wisatawan lokal yang berkantong pas-pasan, pasalnya harga yang ditawarkan pengelola cukup terjangkau ...

Read more...

Bupati Secara Resmi Membuka Pagelaran Seni Dan Budaya Labura

Monday, 22 July 2013
Bupati Secara Resmi Membuka Pagelaran Seni Dan Budaya Labura

LABURA - Bupati Labura H Kharuddin Syah Sitorus SE  resmi membuka pagelaran seni dan budaya  di lapangan Polri Aek Kanopan Selasa malam pukul 21.00 wib.Adapun thema yang diangkat menyambut HUT Kabupaten Labuhanbatu Utara yang ke 5 ini “dengan semangat hari jadi Kabupaten Labuhanbatu Utara, kita padu...

Read more...

Back Wisata Alam Objek Wisata Aek Buru Labura Kian Tak Menarik

Objek Wisata Aek Buru Labura Kian Tak Menarik

Tak sulit menemukan Desa Aek Buru Kecamatan NA IX-X, Labuhanbatu Utara  (Labura). Sebab, daerah itu sudah sejak lama dikenal sebagai lokasi objek tujuan wisata (OTW) dikarenakan kondisi alamnya yang indah. Khususnya, bagi warga Kota Rantauprapat. Sebab, hanya membutuhkan waktu 20 menit  ditempuh dengan berkenderaan ke kawasan itu. Pasca pemekaran Labuhanbatu, sebahagian besar kawasan Aek Buru kini resmi menjadi kawasan wisata di Labura. Memang, daerah yang memiliki aliran sungai dan keindahan alam sejak dahulu merupakan daerah yang selalu saja menjadi tempat tujuan warga berwisata.

Dulunya aliran sungainya yang jernih dijadikan pengunjung untuk mandi-mandi. Tapi, seiring dengan perkembangan zaman, terlebih lagi, kian banyaknya terjadi eksploitasi sumber daya alamnya, yakni terus bermunculannya pengusaha-pengusaha galian C untuk menambang material batu kerikil dan batu bukit (cadas), kini ekosistem aliran sungai dan kelestarian alamnya yang asri mulai terancam.

Di kawasan ini dulunya masih terdapat puluhan pohon besar  yang alami, kini di lokasi itu makin berkurang pohonan hijau. Kini yang banyak terdapat adalah tanaman budidaya masyarakat berupa pohon Kelapa Sawit dan Karet. Kondisi airnya yang dulunya  masih jernih, kini kian hari semakin keruh.


Sebenarnya, Aek Buru dapat dikelola dengan optimal. Walau hanya bermodal kondisi alam yang sekadarnya. Meski lokasi OTW  itu masih tergolong kalah bersaing dengan objek wisata yang ada di  daerah  lain dilihat dari segi keindahan alamnya.


Tapi, jika itu dapat dikelola dengan baik. Bukan tidak mungkin, daerah itu dapat dijadikan objek yang mampu meraup perolehan pemasukan keuangan bagi warga sekitar, khususnya lagi bagi pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah kabupaten  setempat yang diperoleh dari beberapa sektor retribusi dan kutipan yang ada. “Kalau  dikelola secara profesional itu masih memungkinkan untuk dijadikan sebagai daerah tujuan wisata,” ujar Ali Wansyah, salah seorang warga Labura.


Mantan anggota DPRD Labuhanbatu ini menambahkan, sayangnya, instansi pemerintah setempat yang khusus mengelola ketersediaan OTW  dinilai masih kurang melakukan pengelolaannya. Kondisi OTW yang ada di Labuhanbatu dan Labura menurut dia butuh  pembenahan penuh secepatnya. “Untuk penyelamatan dan peningkatan mutu daerah-daerah wisata yang ada, khususnya Aek Buru, Pemerintah setempat  sejatinya dapat secepatnya merumuskan upaya dan program yang ditempuh,” jelasnya.


Misalnya saja, kata dia, pihak Dinas Pariwisata di Pemkab Labuhanbatu dan Labura dihimbau agar melakukan ikatan kontrak kerja sama dalam hal  pengelolaannya. Kata dia, keterlibatan pihak Pemkab Labuhanbatu dipandang perlu. Sebab, pintu gerbang menuju kawasan itu dan beberapa bahagian OTW.


Aek Buru masih merupakan wilayah daerah Labuhanbatu. Sehingga, kedua pemkab seharusnya merumuskan program kerja sama dalam mengelola kawasan itu. “Jika berkenan seharusnya dilakukan kebersamaan dalam pengelolaannya,” paparnya. Di kawasan itu, tambah Aliwansyah, sejatinya ditetapkan satu titik yang  dijadikan sebagai hutan alam yang asri. Selain itu juga dikelola taman dan perkebunan buah. Sehingga, kawasan itu tetap terjaga keasriannya selain menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang ada. Seperti mendirikan lokasi outbond.“Banyak yang dapat dilakukan untuk


menjadikan Aek Buru benar-benar sebagai lokasi wisata yang dapat mengundang kehadiran pengunjung,” ujarnya.


Dalam penataan sungai, sarannya, agar dikembalikan batu-batu sungai yang selama ini  kian berkurang dampak dilakukannya usaha Galian C oleh warga sekitar. “Datangkan kembali batu-batu besar untuk memperindah riak dan arus sungai,” jelasnya. Dia tidak membantah jika kondisi alam Aek Buru sudah semakin jauh berkurang keindahannya dibanding belasan tahun silam. Itu diperparah oleh kian banyaknya bermunculan usaha penambangan Batu Bukit oleh warga sekitar. Tapi, dia juga menilai, warga melakukan ‘pengrusakan alam’ itu disebabkan kurang merasa memiliki kawasan Aek Buru. Sebab, selama ini, meski daerah itu sebagai kawasan wisata, namun tetap dalam konteks keterbelakangan pembangunan. Padahal menurut dia, jika Aek buru mendapat sentuhan dan mampu  mengundang kehadiran banyak wisatawan secara sendirinya akan menambah peningkatan ekonomi warga dan pada gilirannya warga tidak akan melakukan usaha penambangan batu untuk mencukupi perekonomian rumah tangga warga. “Menambang batu bukit untuk menambah perekonomian rumah tangga warga. Sebab, selama ini terkesan warga tidak dapat memperoleh keuntungan dari status Aek Buru sebagai daerah wisata,” jelas pengusaha Labura ini.  “Ya, pembenahan


mesti segara dilakukan. Pihak Pemkab mesti segera merancang berbagai program untuk meningkatkan mutu OTW yang ada. Memang, OTW di Labuhanbatu kurang greget dibanding OTW yang ada di  daerah lain. Dalam artian, fenomena alamnya tidaklah seindah lokasi wisata alam yang lain,” bebernya.


Tapi, Pemerintah Kabupaten tidak mesti patah arang dalam hal itu. Sebab, tambah dia, masih dapat dilakukan terobosan-terobosan yang baik. Salah satunya dengan mengelola dan menyediakan berbagai fasilitas umum. Pihak Pemkab Labuhanbatu Utara ternyata memiliki rencana ke arah itu.


Bahkan, berencana mencari lahan di lokasi Aek Buru untuk dibebaskan sebagai kawasan wisata. Tak tanggung, pihak Pemkab Labura juga melakukan permohonan bantuan kepada  Pemprovsu untuk mendapatkan bantuan pengelolaannya. “Kita memiliki rencana untuk mengelolanya. Kita juga akan menganggarkan dana pembelian tanah warga sekitar Aek Buru. Dananya sudah dianggarkan,” jelas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Labura, Heri Wahyudi.


Pemkab Labura, kata Heri sedikitnya membutuhkan sekitar tiga hektar luasan tanah yang akan dijadikan sebagai komplek outbond. “Rencananya dengan mengadakan lokasi outbond,” jelasnya. Setelah itu, pihaknya juga akan mengusulkan dilakukannya pembenahan-pembenahan sarana dan prasarana fisik lokasi wisata Aek Buru. “Kita mengusulkan agar dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk pencapaian hal itu. Selain itu, upaya-upaya yang dapat mengancam


kelestarian objek wisata segara  diantisipasi,” jelasnya. Sedangkan untuk saling kerjasama dengan pihak Pemkab Labuhanbatu, pihaknya, Heri menyambut hal itu dan mengundang dinas terkait di Labuhanbatu untuk sama-sama melakukan pengelolaan kawasan wisata Aek Buru. “Jika memang


memungkinkan, kita juga mengharapkan adanya kerjasama dengan pihak Pemkab Labuhanbatu,” jelasnya. (n fajar dame harahap)

Comments  

 
0 # almansyur 2014-05-27 14:30
tapi sampai sekarang aek buru masih menjadi idaman semua masyarakat labuhan batu
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Alanna 2014-10-16 08:04
Iphone contest. Iphone giveaway. Cool things permits you to discover and share things cool.
Whether its an excellent new gadget or even a hot new car, some thing cool to
complete or even a cool place to visit. We cover all the cool stuff.
https://www.facebook.com/wwwgopolinocom

Feel free to surf to my webpage :: Iphone sweepstakes: https://www.facebook.com/wwwgopolinocom
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh